Lagi ngelamar kerja? Nah, beberapa kali saya menemukan iklan, dimana persayaratannya ribet banget, dan itupun masih dalam tingkatan seleksi administratif. Dan uniknya disini, banyak lowongan yang mensyaratkan pengumpulan dokumen-dokumen yang menurut saya nggak penting. Di lain sisi, saya pernah bekerja jadi HR selama 3 tahun, dan kadang juga beberapa pelamar mengumpulkannya dengan berkas yang dikumpulkan. Berikut beberapa dokumen yang menurut saya nggak penting pas ngelamar kerja. Semua musti online bro! 1 . SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) Mengapa ini nggak penting? Sebenarnya para pelamar nggak perlu untuk mengumpulkan ini, karena ini ribet banget ngurusnya. Terlebih jika kamu tidak tinggal di daerah asal (atau tempat kelahiran). Bayangkan aja, surat ini hanya berlaku selama 6 bulan, dan ngurusnya yang ribet itu, dari RT, RW, Lurah, Camat, Polisi itu nggak bisa sehari juga kan tentunya. Selan itu, selama 6 bulan surat dikeluarkan, belum tentu si pemilik surat ...
Foto ini diambil saya untuk promo Xendit di IG Puasa memang sering nggak produktif. Begitu pula dengan saya yang sosialita dan nganggur bingo ini, ya kerjaannya hanya sahur dan menunggu waktu buka. Ketika saya sedang online facebook, ada seorang ekspatriat yang posting di grup StartUp Indonesia. Dia, Casey Lord, berasal dari US dan dia meminta tolong di grup untuk mencoba aplikasi buatannya, XENDIT. Saya tertarik dengan tawaran Casey pada saat itu, dan saya pun mengkontaknya via FB messenger, dan tanggapannya sangat menarik, seperti beberapa teman US saya. Dikala teman-teman SUI berkomentar minta fee tinggi untuk tester pada postingan Casey, saya nggak kepikiran sampai situ. Yang saya pikirkan adalah bagaimana aktivitas saya menjadi produktif selama puasa, dan akhirnya saya menyetujui untuk membantu Casey mereview aplikasinya. User Interface dari Xendit pas awal-awal dibikin As usual, yang saya lakukan ketika apps checking adalah user interface dan user ...
Pernahkah kamu mengeluhkan mengapa hidup di kota (besar) seperti Jakarta atau Surabaya lebih mahal daripada Yogyakarta atau Solo? Misal kamu beli nasi ayam di pinggiran jalan di Jakarta, bisa habis Rp 25.000,- dan di Surabaya habis Rp 18.000,-, sedangkan di Jogja, kamu cuma ngeluarin duit Rp 10.000,- sudah termasuk minum. Berikut mengapa alasan mengapa biaya hidup (khususnya buat makan) di suatu kota bisa mahal. Makan biasa aja Faktor Produksi dan Teori Ekonomi Klasik Kembali kepada teori ekonomi mengenai permintaan dan penawaran, bahwa adanya permintaan dan penawaran tersebut dikarenakan tidak adanya faktor produksi yang memadahi, misalnya bahan-bahan makanan, tenaga kerja, alat produksi, dan lahan tempat memproduksi sesuatu. Semakin sedikitnya faktor produksi yang dimiliki suatu wilayah, maka akan mendorong wilayah tersebut melakukan permintaan kepada wilayah lain, yang nantinya menyebabkan biaya dari suatu produk tersebut tinggi. Misalnya saja di Jakarta. Jakarta ti...